Kembali lagi di artikel yang membahas seputar transaksi digital dan layanan lintas negara dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Pada kesempatan kali ini,...
Kembali lagi di artikel yang membahas seputar transaksi digital dan layanan lintas negara dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang cukup menarik, yaitu sistem pembayaran lintas negara.
Dalam era globalisasi ekonomi, pembayaran lintas negara atau cross-border payment merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi pelaku bisnis dan konsumen. Sistem ini menghubungkan transaksi keuangan antar negara, dan dapat mendukung bisnis untuk ekspansi, khususnya ke wilayah yang telah terintegrasi di ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi penggunaan mata uang lokal untuk bertransaksi di luar negeri naik 39 persen menjadi US$3,8 miliar hingga Mei 2024. Ini mencerminkan percepatan adopsi transaksi lintas batas tanpa bergantung pada valuta asing.
Nah, pada artikel kali ini, JasaConvert akan mengulas tuntas soal sistem pembayaran lintas negara, mulai dari pengertian, tantangan, solusi, hingga manfaatnya. Yuk, kita simak bersama!
Apa Itu Cross-Border Payment?
Sahabat, cross-border payment adalah sistem pembayaran untuk menghubungkan transaksi antar negara. Konektivitas pembayaran lintas negara ini sudah mulai diterapkan di lima negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Bahkan, sistem cross-border payment ini juga dapat terhubung dengan China dan Jepang mulai 17 Agustus 2025. Transaksi lintas negara bermanfaat untuk membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN, bahkan Asia.
Ini meningkatkan peluang perdagangan karena perusahaan dapat mengakses pasar regional dengan lebih mudah. Selain itu, sistem pembayaran internasional juga memfasilitasi pertukaran teknologi dan inovasi, sehingga kemajuannya menjadi lebih cepat.
Statista memprediksi bahwa pasar cross-border payments B2B akan meningkat sekitar 43 persen, dengan e-commerce B2B menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan di segmen ini.
Tantangan dalam Pembayaran Lintas Negara
Sahabat, inisiatif pembayaran lintas negara yang semakin berkembang bukannya tidak menghadapi tantangan. Beberapa kendala yang sering muncul antara lain:
Fluktuasi mata uang. Perubahan nilai tukar dari berbagai mata uang bisa memengaruhi nilai transaksi, yang nantinya cukup berisiko bagi bisnis.
Biaya tinggi. Transaksi lintas negara biasanya dikenakan biaya konversi mata uang, biaya transfer, atau biaya tambahan lainnya, sehingga lebih mahal daripada transaksi domestik.
Keamanan transaksi. Risiko penipuan, pencurian data, dan ancaman gangguan layanan dan keamanan lainnya juga mengintai.
Lambat dan kurang transparan. Karena melibatkan banyak perantara, serta perbedaan zona waktu, transaksi seringkali memakan waktu yang cukup lama. Ada kalanya pengguna juga kesulitan untuk melacak status transaksi karena kurangnya transparansi.
Jika tidak segera menerapkan solusi yang efektif, kendala dalam pembayaran lintas negara bisa memunculkan beberapa dampak negatif. Pertama, menghambat pertumbuhan ekonomi. Lalu, bisa juga membatasi peluang bisnis, karena investasi di negara lain dianggap kurang menguntungkan.
Solusi Pembayaran Lintas Negara di ASEAN
Sahabat, menurut pernyataan Bank Indonesia, ada beberapa solusi pembayaran lintas negara yang sedang diadopsi di ASEAN, seperti:
Kode QR. Dikenal sebagai QRIS. Ini merupakan standar nasional QR Code di Indonesia untuk membuat proses transaksi menjadi lebih mudah, aman, dan cepat. Saat ini, QRIS sedang diuji coba dan segera diimplementasikan di negara ASEAN lainnya.
Fast Payment. Transfer dana dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam hitungan detik.
Transaksi mata uang lokal. Penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang dari negara masing-masing.
Solusi di atas nantinya akan segera terintegrasi antara satu dengan lainnya, jadi tidak perlu repot melakukan konversi mata uang sebelum bertransaksi.
Manfaat Ekonomi dari Kemudahan Transaksi Cross-Border
Sahabat, kemudahan dari transaksi cross-border memberikan banyak manfaat, terutama dalam aspek perekonomian, baik untuk bisnis, negara, maupun region. Apa saja?
1. Mengurangi Biaya Transaksi Internasional
Inovasi seperti QRIS membantu menekan biaya transfer serta biaya administrasi lainnya. Bisnis dapat menghemat pengeluaran dan menawarkan harga lebih kompetitif kepada pelanggan global.
2. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Pembayaran lintas negara memperlancar proses transaksi serta arus barang, jasa, dan modal antarnegara. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN karena transaksi bisnis menjadi lebih mudah dan efisien.
3. Meningkatkan Investasi Asing
Kemudahan transaksi lintas negara membuat investor lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya di negara lain. Proses pembayaran yang cepat dan transparan menjadi nilai tambah bagi iklim investasi.
4. Memperluas Pasar Regional dan Peluang Bisnis
Bisnis dapat menjangkau konsumen dan mitra di berbagai negara tanpa hambatan pembayaran. Akses ke pasar regional yang lebih luas membuka peluang ekspansi dan pertumbuhan usaha.
5. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital
Kemudahan pembayaran lintas negara mendorong digitalisasi transaksi, mempercepat adopsi teknologi keuangan, dan memperkuat ekosistem ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Menurut laporan e-Conomy SEA 2024 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar US$90 miliar pada tahun 2024. Nilai ini naik sebesar 13 persen dari tahun 2023 sekaligus menjadikannya GMV terbesar di Asia Tenggara.
6. Meningkatkan Daya Saing Bisnis di Pasar Global
Bisnis yang mampu menerima dan melakukan pembayaran lintas negara dapat melayani klien internasional dengan lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan dan memperkuat posisi bisnis di pasar global.
Bagi Anda yang ingin memahami lebih jauh soal transaksi digital yang aman, silakan baca artikel kami tentang apa itu rekber dan cara kerja transaksi digital yang aman. Di sana dibahas lengkap prinsip dasar transaksi digital yang perlu dipahami.
Pertanyaan Seputar Pembayaran Lintas Negara (FAQ)
Sahabat, agar pemahaman Anda semakin lengkap, berikut ini JasaConvert rangkum beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan seputar pembayaran lintas negara.
Apa itu cross-border payment?
Cross-border payment adalah sistem pembayaran yang menghubungkan transaksi keuangan antar negara. Sistem ini memungkinkan bisnis dan konsumen bertransaksi dengan merchant di negara lain tanpa harus bergantung pada valuta asing.
Negara mana saja yang sudah terhubung dengan sistem ini?
Di kawasan ASEAN, lima negara yang sudah mulai menerapkan konektivitas pembayaran lintas negara adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Sistem ini juga direncanakan terhubung dengan China dan Jepang.
Apa saja tantangan dalam pembayaran lintas negara?
Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain fluktuasi mata uang, biaya transaksi yang tinggi, risiko keamanan, serta proses yang lambat dan kurang transparan.
Bagaimana QRIS berperan dalam pembayaran lintas negara?
QRIS merupakan standar nasional QR Code di Indonesia yang kini sedang diuji coba untuk diimplementasikan di negara ASEAN lainnya. Dengan QRIS, transaksi lintas negara bisa menjadi lebih mudah, aman, dan cepat.
Apa manfaat pembayaran lintas negara bagi bisnis?
Manfaatnya antara lain mengurangi biaya transaksi internasional, memperluas pasar regional, meningkatkan daya saing di pasar global, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Kesimpulan
Sahabat JasaConvert, itulah tadi pembahasan lengkap mengenai sistem pembayaran lintas negara, mulai dari pengertian, tantangan, solusi, hingga manfaatnya. Pada intinya, cross-border payment merupakan sistem yang menghubungkan transaksi keuangan antar negara dan dapat mendukung bisnis untuk ekspansi, khususnya ke wilayah ASEAN.
Meskipun masih ada tantangan seperti fluktuasi mata uang dan biaya transaksi, berbagai solusi seperti QRIS, fast payment, dan transaksi mata uang lokal terus dikembangkan untuk mengatasi kendala tersebut. Dengan begitu, transaksi lintas negara bisa menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Jangan lupa untuk terus mengikuti artikel-artikel menarik lainnya hanya di JasaConvert. Sampai jumpa di artikel berikutnya!