Halo, Sahabat JasaConvert! Kembali lagi di artikel yang membahas seputar dunia digital dan aset crypto dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Pada kesempat...
Halo, Sahabat JasaConvert! Kembali lagi di artikel yang membahas seputar dunia digital dan aset crypto dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang cukup menarik, yaitu apa itu stablecoin.
Berkat perkembangannya yang begitu pesat, dunia crypto kini telah menghadirkan berbagai inovasi baru yang bermanfaat bagi industri finansial digital. Salah satunya adalah kehadiran stablecoin yang membuka pintu lebih lebar terhadap potensi dari mata uang digital tersebut.
Secara umum, stablecoin adalah jenis mata uang crypto yang memungkinkan penggunanya serta pedagang crypto untuk menyiasati volatilitas dan fluktuasi yang begitu tajam. Sehingga, penggunaan crypto bisa lebih aman dan minim risiko karena pengguna bisa melindungi nilai asetnya menggunakan stablecoin.
Nah, pada artikel kali ini, JasaConvert akan mengulas tuntas soal stablecoin, mulai dari pengertian, jenis, fungsi, hingga contohnya. Yuk, kita simak bersama!
Pengertian Stablecoin

Sahabat, jadi apa itu stablecoin? Sesuai namanya, stablecoin adalah aset digital di ekosistem crypto yang dirancang agar mampu mempertahankan nilainya agar tetap stabil. Biasanya, nilai dari koin ini mengacu pada mata uang fiat atau mata uang crypto lain.
Di banyak jenis stablecoin populer, nilainya bisa cenderung stabil karena penciptanya memberi jaminan kepada pengguna untuk bisa mengonversikannya secara setara dengan mata uang ataupun aset acuannya. Jadi, jenis aset crypto ini mampu memberi keamanan bagi pemiliknya yang ingin melindungi nilai kekayaannya saat berinvestasi crypto.
3 Jenis Stablecoin
Sahabat, meski memiliki karakteristik yang sama, yaitu aset crypto yang fluktuasi nilainya minimal, stablecoin bisa dibedakan menjadi 3 jenis menyesuaikan aset acuannya. Berikut 3 jenis stablecoin populer yang ada di pasar crypto saat ini.
1. Stablecoin Berbasis Uang Fiat
Stablecoin berbasis uang fiat atau fiat-collateralized adalah jenis stablecoin yang didukung atau menjadikan uang tunai maupun deposito bank sebagai acuannya. Contoh paling populer dari stablecoin jenis ini adalah Tether (USDT) serta USD Coin (USDC), di mana masing-masing mengacu pada nilai dolar AS. Tentunya, ada juga stablecoin yang mengacu pada mata uang fiat lain, misalnya yen, euro, dan sebagainya.
2. Stablecoin Berbasis Crypto
Selanjutnya ada stablecoin berbasis crypto atau crypto-collateralized, yaitu aset yang menjadikan crypto lain sebagai acuannya. Salah satu contoh stablecoin jenis ini adalah DAI yang didukung Ethereum dan dijaminkan via smart contracts di MakerDAO. Karena didukung oleh crypto lain, peran smart contract dibutuhkan agar menjamin jika nilai dari aset crypto acuan selalu lebih tinggi dibanding nilai stablecoin.
3. Stablecoin Berbasis Komoditas
Selain berdasarkan fiat dan crypto, ada pula stablecoin yang didukung oleh komoditas, contohnya emas dan minyak mentah. Contoh stablecoin jenis ini adalah Paxos Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT) yang keduanya mengacu pada nilai emas dunia.
Alasan Stablecoin Krusial di Pasar Crypto
Sahabat, di balik karakteristik aset crypto yang umumnya sangat volatil dan bisa berfluktuasi secara ekstrem dalam waktu singkat, kehadiran stablecoin ini sangat krusial bagi para pemain di dalamnya. Berikut beberapa alasan aset ini penting untuk menjaga ekosistem crypto.
1. Mengatasi Masalah Fluktuasi Nilai Crypto
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, volatilitas aset crypto yang begitu tinggi kerap menjadi momok bagi para investor atau penggunanya. Sehingga, daya gunanya di kebutuhan sehari-hari sangat rendah karena fluktuasi nilainya yang cukup besar.
Untungnya, adanya stablecoin ini mampu memberi jawaban terhadap keresahan tersebut karena memiliki nilai stabil yang sulit ditemui pada aset crypto pada umumnya. Berkat stabilitas nilainya tersebut, penggunaan crypto sebagai alat pembayaran di masyarakat lebih mungkin dilakukan.
2. Menghadirkan Aset Digital dengan Nilai Stabil
Alasan lain kenapa stablecoin krusial di pasar crypto adalah menawarkan aset dengan nilai yang stabil dan bisa digunakan sebagai instrumen yang lebih aman. Hal ini dikarenakan jenis aset crypto tersebut mempunyai nilai yang stabil, efisien, cepat, dan andal digunakan dengan regulasi yang cukup jelas.
3. Meminimalkan Risiko Fluktuasi Harga Crypto
Tak kalah menariknya, kehadiran stablecoin juga penting karena memungkinkan penggunanya untuk meminimalkan risiko fluktuasi harga pada crypto yang begitu tajam dan tidak stabil. Sehingga, rasa khawatir terhadap volatilitas crypto yang kerap membuat investor tak percaya diri melakukan transaksi bisa lebih mudah disiasati.
Fungsi Menggunakan Stablecoin
Sahabat, bagi investor atau pelaku di pasar crypto, ada 3 fungsi utama yang bisa didapatkannya saat menggunakan stablecoin. Berikut penjelasannya.
1. Mampu Dijadikan Alat Transaksi
Fungsi stablecoin yang pertama adalah kemampuannya untuk dijadikan alat pembayaran atau transaksi, khususnya di ekosistem crypto. Karena dirancang untuk mampu mempertahankan stabilitas nilainya, banyak pengguna crypto mengalihkan asetnya menjadi stablecoin ketika ingin bertransaksi. Sehingga, nilainya menjadi lebih mudah diprediksi dan dapat diandalkan sebagai alat transaksi.
2. Menekan Risiko Volatilitas
Fungsi selanjutnya, stablecoin mampu menekan risiko volatilitas pada pasar crypto dengan optimal. Ketika pasar crypto sedang bergejolak, investor bisa langsung mengamankan asetnya ke stablecoin.
Jadi, dampak perubahan harga crypto yang ekstrem dalam waktu singkat bisa diantisipasi dengan tepat. Jika harus mengalihkan aset crypto ke uang tunai, prosesnya umumnya akan menjadi lebih lama ketimbang menjadikannya sebagai stablecoin.
3. Memfasilitasi Transaksi Antar Pengguna
Fungsi stablecoin lainnya adalah mampu memfasilitasi transaksi antar pengguna atau dengan merchant yang menerimanya sebagai alat pembayaran. Di beberapa negara, regulasi stablecoin sebagai alat pembayaran sudah resmi diterbitkan sehingga memungkinkan pemiliknya untuk membayar transaksi menggunakan aset digital tersebut.
Contoh Stablecoin yang Populer di Pasar Crypto
Sahabat, sebenarnya ada banyak contoh stablecoin yang populer di pasar crypto saat ini dengan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut beberapa di antaranya.
1. Tether (USDT)
Tether adalah salah satu stablecoin paling populer dan paling umum digunakan dengan kapitalisasi pasar besar serta diterima di beragam bursa crypto. Tether mempunyai nilai yang cenderung stabil dan selalu dijaga agar setara 1 USD tiap koinnya. Bisa digunakan untuk transaksi dengan biaya rendah, Tether memiliki kekurangan berupa belum sepenuhnya didukung deposito bank sehingga masih ada risiko default atau gagal bayar.
2. USD Coin (USDC)
Selayaknya Tether, USD Coin adalah stablecoin yang mengacu pada dolar Amerika Serikat dan nilainya dijaga mendekati 1 USD. Keunggulan koin ini adalah sudah didukung deposito bank serta dijamin dolar Amerika Serikat. Tapi, USD Coin masih tergolong kurang dikenal jika dibandingkan Tether dan masih ada risiko default dari pihak penerbitnya.
Kalau Anda punya sisa saldo crypto dari trading dan ingin tahu cara aman menjual USDT ke Rupiah, simak panduan lengkapnya di sini
Pertanyaan Seputar Stablecoin (FAQ)
Sahabat, agar pemahaman Anda semakin lengkap, berikut ini JasaConvert rangkum beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan seputar stablecoin.
Apa itu stablecoin?
Stablecoin adalah aset digital di ekosistem crypto yang dirancang agar mampu mempertahankan nilainya agar tetap stabil. Nilainya biasanya mengacu pada mata uang fiat atau mata uang crypto lain.
Apa bedanya stablecoin dengan crypto biasa?
Crypto biasa seperti Bitcoin dan Ethereum punya nilai yang sangat fluktuatif. Sementara stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil, sehingga lebih aman digunakan sebagai alat transaksi.
Apa saja jenis stablecoin?
Ada 3 jenis stablecoin: berbasis uang fiat (seperti USDT dan USDC), berbasis crypto (seperti DAI), dan berbasis komoditas (seperti PAXG dan XAUT).
Kenapa stablecoin penting di pasar crypto?
Stablecoin penting karena mampu mengatasi masalah fluktuasi nilai crypto, menghadirkan aset digital dengan nilai stabil, dan meminimalkan risiko volatilitas harga crypto.
Apakah stablecoin bisa dijadikan alat pembayaran?
Ya. Di beberapa negara, regulasi stablecoin sebagai alat pembayaran sudah resmi diterbitkan sehingga memungkinkan pemiliknya untuk membayar transaksi menggunakan aset digital tersebut.
Kesimpulan
Sahabat JasaConvert, itulah tadi pembahasan lengkap mengenai apa itu stablecoin dan kenapa penting di dunia crypto. Pada intinya, stablecoin adalah aset digital yang dirancang agar mampu mempertahankan nilainya agar tetap stabil, biasanya mengacu pada mata uang fiat, crypto lain, atau komoditas.
Kehadiran stablecoin sangat krusial di pasar crypto karena mampu mengatasi masalah fluktuasi nilai, menghadirkan aset digital dengan nilai stabil, dan meminimalkan risiko volatilitas harga. Dengan begitu, penggunaan crypto sebagai alat transaksi dan investasi bisa lebih aman dan minim risiko.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Jangan lupa untuk terus mengikuti artikel-artikel menarik lainnya hanya di JasaConvert. Sampai jumpa di artikel berikutnya!